Tempat Sampah itu bermerek REPUBLIK INDONESIA
Suatu ketika saya berjalan kaki melewati sebuah rumah mewah di suatu komplek perumahan elit. Anehnya saya lebih tertarik memandangi tumpukan sampahnya ketimbang keindahan arsitektur rumah itu. Di bak sampah yang persegi dan terbuat dari tembok itu terlihat ada berwarna-warni sampah dari bungkus Mc Donald, kotak KFC, box Pizza Hut, kaleng coca cola, bungkus Marlboro, kemasan sabun giv dan nuvo, botol sabun lux dan gatsby, berbotol shampo mahal, berbotol parfum berkelas, sebotol obat nyamuk semprot ditambah berbungkus plastik sampah basah sayuran dan makanan basi yang menimbulkan bau busuk. Dan satu lagi, ada beberapa flyer acara MTV yang terpampang gambar VJ MTV, Nirina yang tetap tersenyum ceria meskipun sudah berkubang di tempat sampah. Dan betapa riangnya tikus-tikus berlarian dan bercanda di tengah sampah meriah itu.
Saya jadi berpikir, mengapa para produsen mendisain begitu banyak kemasan dengan beradu keindahan yang pada akhirnya hanya berkaram di tempat sampah. Untuk menghias tempat sampah agar kelihatan indah dan warna-warni mungkin?
Ketika melihat tempat sampah itu saya jadi teringat suatu negara yaitu Republik Indonesia. Saya kira tempat sampah itu telah menjadi semacam miniatur dari Republik ini. Cobalah anda keluar berkeliling kota, anda akan menemui berbagai counter seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut, bercounter parfum mewah kemudian di warung-warung kumuh dan mega grosir seperti Carefour atau supermarket yang memajang beragam merek produk sabun, shampoo dan sejenisnya.
Semuanya berkumpul dalam satu tempat, yaitu Republik Indonesia persis tempat sampah itu.
Lho, mengapa jadi mengidentikannya dengan tempat sampah ? Bukankah produk-produk itu semua telah berjasa dan berguna dalam hidup kita ? Bukankah isi tempat sampah itu adalah barang-barang yang sudah tidak berguna yang bagusnya dibakar atau dimusnahkan saja ?
Jika anda sudah pernah menonton ‘Super Size Me’ suatu film dokumenter yang mengkritik kadar gizi Mc Donald atau mungkin membaca kritik-kritik tentang Mc Donald yang tidak ramah kesehatan, di situ anda akan melihat bahwa sebelum berakhir di tempat sampah pun mereka adalah sampah. Counter-counter mereka adalah sampah yang indah dan menarik hati. Manfaat yang mereka (para produsen) tawarkan kepada kita tidak sebanding dengan kerugian yang kita terima. Kita akan tertarik dengan berbagai merek sabun yang bersaing sehingga murah harganya, kita akan berlomba-lomba membelinya, dan kita pasti harus membelinya sebab kita membutuhkannya. Tetapi satu hal, kita tidak pernah diajarkan bagaimana memproduksinya. Kita hanya diajari membeli. Kita hanya diajari bagaimana bekerja keras mencari uang hanya untuk mengkonsumsi sabun dan fast food bergengsi mereka. Keahlian yang kita miliki hanya satu : Mengkonsumsi !
Para produsen lebih senang mempekerjakan & menggaji rendah banyak karyawan ketimbang mengajak para konsumen menjadi mitra produksi dan konsumsi. Mereka menolak untuk berbagi dan mereka menolak untuk disaingi. Menjual sampah fastfood dalam kemasan bergengsi serta mengkampanyekannya sebagai pola hidup adalah cara paling efektif dalam meraih tujuan : profit besar dalam waktu singkat ! (fast food for fast profit)
Jika memang begitu parahnya mengapa pemerintah (R.I) hanya diam saja ?
Keunggulan para produsen dalam merevolusi peraihan profitnya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah. Pemerintah R.I yang kini telah bangkrut akan selalu memberikan kesempatan luas bagi para produsen untuk berlomba-lomba membuka pasarnya. Pajak, itulah yang diharapkan oleh pemerintah dalam keadaan darurat ini. Oleh karena itu dalam setiap pembukaan investasi dogma yang senantiasa diterapkan pemerintah R.I adalah feasibility studies (studi kelayakan pembiayaan dan prospek keuntungan investasi). Untuk sociability studies, cultural studies atau studies-studies lainnya yang berdampak kepada kehidupan masyarakat dan lingkungan maka ada satu kata dari pemerintah, peduli setan ! Pokoknya pemerintah dapat bagian.
Mungkin pemerintah (R.I) akan berdalih “sebaiknya kita meraih dana dulu, jika semua sudah lancar baru bangun pendidikan berkualitas dan kesejahteraan rakyat”
Oh, bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud ! Sekalipun dana itu sudah sukses terkumpul berapa rupiah yang akan mengucur kembali ke masyarakat, untuk menggaji menteri, anggota dewan dan aparat negara saja anda sudah ngos-ngosan. Kemudian bicara lagi tentang pendidikan atau sdm, pemerintah harus setengah mati dulu menetralisir efek beracun dan tumor dari fast food seperti Mc Donald & KFC yang sudah menjajah otak anak-anak kita. Mau bicara pendidikan ? Otak anak-anak itu sudah sangat tercandu. Anak-anak itu akan setengah mati untuk berpikir kritis dan menerima pendidikan. Pemerintah harus mendidik mereka dua kali lipat dan itu itu pun biayanya dua kali lipat. Dan darimana lagi biaya itu datangnya jika tidak berkompromi dengan ahli perusak otak seperti Mc Donald dan Coca cola. Lingkaran setan, demikianlah kesan yang saya terima.
Pemerintah R.I sudah kecanduan sampah maka wajar saja jika masyarakat kita pun ikut kecanduan sampah. Sebab pemerintah R.I pun sudah menjadi agen yang turut berperan mensosialisasikan gaya hidup Mc Donald sebagai norma baru masyarakat. Bukankah dengan iklan-iklan massive Mc Donald berarti keuntungan juga bagi pemerintah untuk meraih pajak dari iklan ? Bukankah dengan iklan berarti penjualan tinggi yang berarti tersedotnya dana dari masyarakat ke pemerintah akibat mengkonsumsi racun nikmat ?
Saya jadi berpikir bagaimana bisa saya hidup bersama orang tua (pemerintah) yang ketagihan mencicipi darah saya. Dan kelak mencicipi darah anak-anak saya.
Ketika saya berkeliling di Republik Indonesia ini, ketika saya melewati bercounter-counter Mc Donald, KFC, Marlboro, Coca cola dan berpapan-papan gemerlap iklan ternyata saya baru tersadar “kita tak beda dengan tikus yang berjalan-jalan dalam tempat sampah di rumah mewah itu”. Dan Kita masih bisa tersenyum seperti Nirina yang tetap tersenyum di tempat sampah. Atau kita hanya berpura-pura tersenyum ? Sampah itu pasti akan dibakar dan esoknya mereka pasti datang lagi.
Oh, betapa indahnya, mengetahui ternyata kita masih dijajah.
Jika demikian kenyataannya saya jadi ingin pindah Negara saja
...atau membangun Negara sendiri saja.
-----------------------------------------------------------------------------------
"Oh Tuhan, zaman apakah ini ketika manusia harus bersusah payah membeli sampah dan bangga bergaya dengan sampahnya" .Get out of the trash box !
S.S


6 Comments:
“Negara? Apa itu? Apa boleh buat! Bukalah
telingamu, sebab kini aku akan mengatakan padamu
tentang kematian bangsa-bangsa.
Negara adalah monster paling dingin. Dengan
dingin ia menipu pula; dan kebohongan ini merangkak
dari mulutnya: “Aku, sang negara, adalah rakyat.”
Itu bohong! Para penciptalah yang menciptakan
rakyat dan emnaruhkan iman dan cinta di atas mereka:
demikianlah mereka melayani kehidupan.
Sedang para penghancur memasang jerat bagi
orang banyak dan menamainya negara: mereka
gantungkan sebilah pedang dan seratus hasrat di atas
mereka.
Di tempat dimana yang masih ada rakyatnya,
disitu negara tidak dikenal dan dibenci seakan-akan ia
adalah mata air yang keji dan sebuah dosa terhadap adat
dan hukum yang ada.
Aku tawarkan padamu penanda ini: setiap orang
berkata dengan bahasanya sendiri mengenai yang baik
dan yang buruk: tetangganya sendiripun akan tak
memahami bahasanya ini. Ia ciptakan sendiri bahasa ini
bagi dirinya sendiri dalam wujud adat dan hukum
sendiri.”
-Friedrich Nietzsche
Demikian Sabda Zarathustra “Tentang Berhala Baru”
This comment has been removed by a blog administrator.
Sedang para penghancur memasang jerat bagi
orang banyak dan menamainya negara: mereka
gantungkan sebilah pedang dan seratus hasrat di atas
mereka
..yup, itu bener banget, aku setuju dear friends
sesuatu itu (apapun betuknya) menjadi 'jerat' ketika sudah dimulai dengan pedang, botol molotov dan radikalisme. Sekalipun itu atas nama Tuhan.
Dan seratus hasrat itu timbul jika kita sudah tidak mau berbagi pengetahuan kepada orang lain. Jikalau pun sudah, mereka tidak akan membebaskannya untuk memilih. Dengan satu alasan, mereka menolak untuk disaingi.
Jerat, apabila kita sudah terjerat,
apa yang harus kita lakukan.
"In a revolution, one triumphs or die", begitu kata Ernesto 'Che' Guevara, tapi kok nadanya masih pesimis ya habis dia bilang 'die' sih
Mengapa tidak kita pilih,
"In a revolution, one triumphs or..two triumphs", hmm, nakal banget kalo yg ini alias ngeyel. kalau dalam istilah agamanya : Hidup mulia dan Mati Syahid. It's so perfect
hidup musti rasanya musti ngeyel deh, jangan numpang. Asik kan.
That's why they said "favour kills faster than bullet" Power up dear !
--Don’t favour your mind by their words, build yours by theirs.
nice to see u dear friend..
hehehehehe... akhirnya ada juga yg berpikiran bahwa republik celaka ini adalah seonggok sampah. ehhh...tapi bukankah dunia itu sendiri adalah sampah? dan kita bukan tikus yg idup ditengah sampah...krn kita sendiripun sesungguhnya adalah sampah. thrash of d'universe gitu!!
dan soal pemerintah..itu justru biangnya sampah. sampah yg plg bau plg jorok plg parah itulah PEMERINTAH (beserta aparatnya tentu saja!!!)
dan kamu juga bilang 'Jika demikian kenyataannya saya jadi ingin pindah Negara saja ...atau membangun Negara sendiri saja' weleh... msh percaya ama negara rupanya? itu kan jg termasuk bagian dr sampah.dan ingat dimanapun dimuka bumi ini yg namanya negara itu adl penjajah. so jk kamu tdk ingin jd penjajah ato terjajah lupain aja tuh sampah yg bernama negara!!!
masih banyak kok hal lain yg lbh menyenangkan selain drpd negara. sex, drugs n rock n roll...that's what i mean brother...
oke met bersih2 sampah ya...
-pangeran tambenk-
stateless-loveless-hopeless
www.brandal-surga.tk
first question : define "sampah"! :) Apa itu "sampah"? Dari mana logika untuk bilang sesuatu itu "sampah" atau sesuatu itu "bukan sampah"?
second question : apakah "kesampahan" itu -- setelah didefinisikan -- bersifat relatif atau absolut?
third question : apakah "kesampahan" itu bersifat asosiatif atau tidak? jadi, kalau -- per definisi --sesuatu itu "sampah", apakah hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu itu juga adalah "sampah"?
last question : "sampah" itu "baik" kah atau "buruk" kah? ... di mana "baik" atau "buruk" pun kembali harus didefinisikan :D Karena "baik" dan "buruk" bukanlah sesuatu yang mampu mendefisikan dirinya sendiri (kalo kata Immanuel Kant : bukan "things within themselves").
setelah itu, baru deh kita bisa bergerak di "sampah-logi" ini..hehehe :D
Nah, gitu dong… dari kemarin nungguin yang kritis kok ngga datang2 ?
May the world in your hands for both of you.
Iya yah, ternyata sulit juga untuk mendefinisikan “apa itu sampah”. Kita harus cari definisi ‘ilmiah’ buka buku Immanuel Kant atau paling banter Nietzsche ? Dulu buka buku itu malah tambah bingung. eh pas ga sengaja liat tempat sampah di rumah mewah itu tiba-tiba aja semua jadi ngelink. Dipadu dengan sedikit fenomena konspirasi perusahaan & Negara. Jadi deh tulisan ini. Some times apa yang kita lihat langsung bisa memuaskan hati. To the poin dan tdk basa-basi. Jadi mirip yg dibilang Kant ‘things within themselves’, tempat sampah itu akhirnya yang bercerita sendiri. Dan ini masih berlanjut…
membaca gak harus selalu di buku kan, kondisi di luar pun juga bacaan. Kadang terlalu sangat jujur. So just keep watching dear friends :)
Tentang istilah Negara & Dunia sbg sampah, setiap orang punya perspektif masing-masing. “You are what you think”, jika kita selalu berpikir sampah (negative), ya kita sampah itu sendiri. (Things within themselves, kalo kata Kant) Kami sedikit sependapat sama Nietzsche :
............
Sedang para penghancur memasang jerat bagi
orang banyak dan menamainya negara: mereka
gantungkan sebilah pedang dan seratus hasrat di atas
mereka (Frederich Nietzschie)
Jika sesuatu sudah kita mulai dengan pedang,senjata,bom dan ketidakjujuran (basa-basi), apapun itu (entah negara,agama,lsm dll) maka ia akan tertolak. Maka seperti apakah “sistem pemerintahan” dunia abad-20 ini berawal, that is the question ! We will roaring across the limit.
Jika Mc Donalds saja sudah menjadi ideologi bahkan mereka butuh ‘negara’ (lembaga) utk menyebarkan. Outlet-outletnya. Nanti di sini kamu akan lihat ada banyak Negara di republik ini. Negara R.I dan Negara McD. McD lebih powerful dari R.I. Seperti juga perlawanan, pasti akan melembagakan dirinya (sejenis ‘Negara’ kecil yg memberontak) dari Food Not Bombs, Green Peace, Straight Edge dan lain-lain. Bisakah mereka bergerak tanpa sistem ? Organisasi tanpa bentuk ? Bohong, OTB itu tidak ada. Yg ada adalah OTN, organisasi tanpa nama, ada, bersistem tapi tersembunyi. Semisal Negara, ada tapi tidak dikenal. Ini yang dinamakan DUNIA SENDIRI atau DUNIA TANDINGAN. Bahkan ketika anda kabur dari rumah dan bergabung dengan komunitas punk atau HC sebenarnya anda ingin membangun ‘negara’ (dunia) sendiri yang menentang ‘negara’ rumah ? Makanya ada dunia ini bohong kalau ada 200 negara tapi berratusan juta-juta trilyun Negara. Di bawah satu Negara besar yaitu ‘TATANAN GLOBALISASI BARAT’. Jadi siapa yang akan kamu tandingi, Negara dalam globalisasi atau globalisasi itu sendiri....?
Bahkan ketika kita minum beer, kita sendiri mengabdikan diri sebagai warga dari ‘negara’ (perusahaan) beer itu sendiri ? So what is stateless in this stated world ?
fiuh, it’s a big big big duty to be free…
Maka jangan bangun Negara mu! bangun sendiri globalisasi mu yang damai.Tandingi globalisasi Barat mereka. Biarkan negara RI mu nanti numpang di globalisasi mu. Gaak kuaat… tapi bisa kok. Apa sih yg gak bisa di zaman terbuka ini ? Go, find your path !
Post a Comment
<< Home