"TITIK KRISIS"

Mengajak anda menuju langsung ke Pusat Krisis

My Photo
Name:

Anda telah memasuki mata hati kami. Adalah bijaksana untuk tetap berada di dalamnya. Jika anda berpaling kami tidak menjamin anda kembali seperti semula. "The world is waiting for you"

Tuesday, November 23, 2004

PERTARUNGAN IDEOLOGI GLOBAL


Ideologi adalah nafas kehidupan. Bayangkan jika kehidupan manusia tanpa nafas. Pasti mati! Jika setengah nafas, pastilah tersengal (megap-megap)! Yang jelas, manusia berubah dari ‘primitif’ jadi beradab, dari statis jadi dinamis, dari tidur jadi bangkit, dari budak menjadi sadar, itu pengaruh dari ideologi. Ideologi-lah yang mewarnai hidup manusia, yang bikin manusia lebih hidup, dinamis, beradab dan bangkit. Kenapa? Karena ideologi adalah “keyakinan rasional” yang membrojoli sistem hidup, bukan sekedar keyakinan yang keluar dari perasaan belaka semacam agama ritual atau klenik. Karena jika sekedar agama ritual apalagi klenik, ya jelas dan terbukti tidak akan otomatis membidani lahirnya sistem hidup apalagi peradaban, yang dihasilkan cuma tatacara peribadatan ritual thok, ndak lebih dari itu.

Dalam prakteknya, eksistensi ideologi plus karakter yang dimiliki, mau nggak mau mesti adanya negara –ideologis—yang bakal menjaga, dan menyebarluaskan ideologi tadi.

Di planet ini, yang bisa disebut ideologi ada banyak, dari kapitalisme, komunisme, islamisme, kristianisme, atheisme, konfucianisme, nihilisme, nietzchieisme, sukarnoisme, marxisme-leninisme, gay-lesbianisme, playboyisme, MTVisme, punkisme, hardcoreisme, hiphopisme, goyanginulisme, tamara blezinskyisme, indosiarisme, McDonaldisme, KFCisme, levi’sisme, calvin kleinisme, pradaisme, microsoftisme, nokiaisme, pepsodentisme, rinsoisme, baygonisme dan masih banyak lagi isme-isme hingga ukuran payudara turut menjadi isme tersendiri dikalangan wanita maupun pria.

Dunia hari ini penuh sesak dengan isme-isme.

PERTARUNGAN IDEOLOGI, demikianlah kita menggambarkan kondisi dunia hari ini. Pertarungan Idiologi terjadi di mana-mana, baik dalam rumah tangga ketika memperdebatkan gaji suami, dalam keluarga ketika memperdebatkan gaya pakaian sang putri yang beranjak remaja, di pasar ketika tawar-menawar, di club ketika mendebatkan tubuh seksi seorang wanita, di kampung kumuh ketika berebut sepuntung rokok, di kampus ketika berdebat putus pacaran, di jalananketika pengendara saling memaki, ketika mahasiswa mendemo pemerintah, di kantor, di perusahaan, di pergaulan, sekolah, kampus, tongkrongan, halte, terminal, mesjid, gereja, wihara, lokalisasi, tempat pemulungan dan lain-lain di pojok di dunia yang mulai sempit ini.

Terlebih di era Informasi Global (dimulai dengan revolusi informasi internet), Di sini kita tidak bisa lagi menutup mata. Segala hal bisa terjadi meskipun dulu kita tidak pernah membayangkannya! Komunisme, Leninisme, Freemasonisme, Pancasilaisme, Al Qaedaisme, CIAisme, IMFisme, Californiaisme,Neo-nazisme, MTVisme, Britney Spearisme, Playboyisme, Pornoisme dan sangat banyak lagi isme yang hari ini bisa kita peroleh dengan sangat mudah

Singkat kata, hari ini dunia telah terakumulasi menjadi satu.

Bila dianalogikan kita hidup di dunia hari ini seperti berada di suatu ruang sempit yang memuat seluruh umat manusia di dunia. TIDAK ADA TEMPAT LAGI UNTUK RAHASIA APA PUN, SELAIN DI KEPALA ANDA SATU-SATUNYA. Dahulu anda jangankan membongkar misteri pemberontakan PKI atau Kasus Tanjung Priok membicarakannya saja kita sudah takut. Mencari film porno pun masih sembunyi-sembunyi. Sekarang tidak lagi, semua mudah diakses. Kebenaran dan kepalsuan sudah saling berhadapan, berdiri sama tinggi. Mereka akan bertarung secara terbuka. Mengakses info moral di situs-situs agama sekarang semudah memperoleh video aksi ranjang artis indonesia . Kebenaran & Kepalsuan, akan saling bertarung hingga akhir zaman. Yang palsu pasti musnah.

Masalahnya adalah bagaimana kita mendeteksi kepalsuan itu ? Adakalanya hari ini orang beramai-ramai saling meneriakan kebenaran dan tidak satu pun yang menghancurkan kepalsuan. Justru kebenaran yang mereka teriakan dg lantang berubah menjadi kepalsuan baru. Maka tak heran jika kita sering melihat MORALITAS menjadi FORMALITAS.

Ketika dunia semakin global justru di sinilah saatnya kesempatan anda untuk bisa melihat wujud “kepalsuan yang sebenarnya”. Ia (kepalsuan) senantiasa menghalangi mata anda dari melihat kebenaran yang dibelakanginya. Ia menghalangi manusia dari bebas menerima informasi & kenyataan secara utuh. Mereka menolak diseimbangkan. Mereka menolak diungkap. Mereka menolak ditandingi.

Mereka menolak kebebasan manusia dalam menentukan pilihan. Untuk itu ia akan selalu memilihkan apa yang pantas untuk manusia. Mereka memilihkan ideologi untuk anda, dan anda terpaksa menerima meskipun anda punya ideologi sendiri yang dengan heroiknya akan anda peluk sampai mati. Meskipun anda memakinya dengan demonstrasi dan lirik lagu atau anarkisme (dalam artian sbg vandalisme) dan melemparinya dengan batu. Pada kenyataannya anda berjalan dalam ideologi mereka. Anda hanyalah sasaran empuk ideologi mereka. Anarkisme anda hanyalah alasan pembenaran eksistensi ideologi mereka. Anda telah dikuasai. Anda dipersiapkan untuk menjadi pelayan dari ideologi mereka tanpa sadar. Circle of evil.

Lantas masihkah ada harapan dan cara untuk keluar dari perangkap besar ini ?

Seperti disebutkan di atas, di dunia informasi global dan terbuka ini segala hal bisa terjadi. Keterbukaan adalah lawan dari kepalsuan. Jika Ideologi Barat (Kapitalisme) itu termasuk kepalsuan berarti globalisasi yang digembar-gemborkannya adalah lubang kubur yang digalinya sendiri.

Maka siapakah yang akan bangkit dari kuburnya ? Get out of the box !
-------------------------------------------------------------------------
Rajutlah sinyal kebenaran. Belah langit, carilah cahaya.

S.S

3 Comments:

Blogger d'bools said...

hehehe...define "ideologi" :)
"...Keterbukaan adalah lawan dari kepalsuan. Jika Ideologi Barat (Kapitalisme) itu termasuk kepalsuan berarti globalisasi yang digembar-gemborkannya adalah lubang kubur yang digalinya sendiri..."
Menarik! Tapi, apa itu "keterbukaan"? Apa itu "kepalsuan"? Harus seberapa terbuka kah sesuatu itu hinggal layak disebut "terbuka"? Seberapa palsu kah "kepalsuan" itu? Terus, apakah ideologi barat memang benar "kapitalisme"? Loh, bukan kah katanya masih banyak isme-isme (baca : ideologi) lain? Bukan kah mcdonald-isme, california-isme, levis-isme, dst, dst, itu juga ada di barat? Jadi, mana yang layak disebut "ideologi" dan mana yang hanya layak disebut "turunan ideologi"? :D
Kembali pada pertanyaan dasar : apa itu ideologi? Seberapa ideologi sesuatu itu sehingga bisa disebut "ideologi"? :) Hehehe..cuma isenk :P~

November 30, 2004 7:59 AM  
Blogger Sandi Strike said...

Benar sekali, Harus seberapa terbuka kah sesuatu itu hinggal layak disebut "terbuka"? Inget orang jawa bilang: “ngono yo ngono, nanging yo ojo ngono” (bebas boleh lah tapi ya jangan ketelepasan, inget etika/moral)

Dan kapitalisme sebagai ideologi, ternyata… di dunia ini ada ratusan ribuan triliyunan ideologi. Kalau Sukarnoisme bisa jadi ideologi mengapa Tamara Belzynkiisme tidak bisa ? Kecantikannya bisa memukau kita secara tersistem. Adalagi, Amien Raisime, Gus Durisme, Inulisme, sandiisme, udiniisme, paijoisme, watiisme (istrinya paijo yg suka ribut karena beda ideologi uang belanja sama Paijo). Bahkan diblog-blog ini kita bisa melihat teman-teman kita saling mempertontonkan isme-isme kebanggaannya masing-masing. Suatu contoh yg pas ttg apa itu ideologi? Kadang ada yg sama, kadang berbeda. Kalaupun sama tidak banyak membuat perubahahan pada dunia, justru lebih sering mengalienasi (mengasingkan) kita dibelakang monitor.

Itulah Ideologi, yaitu ‘EGO’. Setiap yang berhubungan dengan manusia pasti memiliki ego. Mereka senantiasa akan bergesekan, berbenturan, berdebat dan saling mendefinisikan satu sama lain. Hanya satu ego sejati yang akan bertahan dan menang, dia tidak bisa diperdebatkan karena semua orang sama menginginkannya yaitu ego dunia. Ego Tuhan. Jika kamu tahu apa keinginan (ego) dunia, maka jangan khawatir dunia akan menjadi milikmu. Jadi pertanyaan dimanakah anda akan menggantungkan ego anda ? Go find the answer! Be open minded, right. :)

We’re not giving you an answer, we’re giving some clues.

Asik juga nih ketemu partner spt anda. Cool comment u have there, d’bools.

November 30, 2004 5:47 PM  
Blogger o-o said...

dan pada akhirnya 'ego' pun menjadi 'ego-isme'

December 6, 2004 9:06 PM  

Post a Comment

<< Home