FILOSOFI PENJAJAHAN, dari dulu hingga kini
Anda mau tahu caranya jadi penjajah ? Gampang, silahkan pergi ke pedalaman Irian dan jangan lupa anda membawa gergaji mesin dan beberapa kru ahli peternakan. Tentunya anda juga sudah mempelajari adat istiadat dan bahasa mereka sebelumnya agar dapat berkomunikasi dengan masyarakat primitif itu. Kemudian tunjukan keampuhan gergaji mesin yang mampu menyelesaikan kegiatan menebang mereka dalam waktu singkat dan tanpa lelah. Lalu katakan dengan lantang : “Ini (gergaji mesin) adalah sihir dari Dewa. Dia datang untuk memudahkan kalian wahai kaum primitif, dan kami yang membawa maka kami datang sebagai utusan Dewa”. Rakyat primitif secara rasional akan berpikir, dewa sangat baik jadi tidak perlu capek-capek menebang lagi.
Langkah berikutnya anda mulai bangun peternakan babi di sekitar situ. Setelah berhasil, anda bakar hutan-hutan tempat mereka biasa berburu babi. Atau Anda sebarkan racun atau virus untuk membunuh babi-babi itu agar tidak layak makan. Jika sudah, umumkan kepada rakyat : “Lihat, Dewa marah kepada kalian jika kalian tidak makan babi dari peternakan kami”. Dan untuk memperolehnya tidak boleh dengan cuma-cuma, suruh mereka membelinya dari anda seharga berkilo-kilo emas. Atau bagikan mereka gergaji mesin untuk menebang berbatang-batang pohon sebagai penukar babi itu. Mereka dapat makan. Kita dapat emas dan kayu. Dan jika keduanya sudah habis dan tidak ada lagi penukar. Kita suruh mereka kerja paksa mengolah emas dan kayu dengan imbalan daging babi seadanya. Mereka pasti nurut mau tidak mau, sebab mereka memang butuh.
Dan kami pun mengucapkan, selamat anda telah sukses menjadi penjajah.
Yang barusan anda baca tadi adalah gambaran prinsip seorang menjadi penjajah dan menjadi terjajah. Yang membedakan keduanya itu adalah; Penjajah itu mengetahui sesuatu yang orang lain tidak/belum tahu, dan mereka tidak akan memberitahu. Dan orang itu Terjajah disebabkan karena mereka tidak tahu dan tidak berusaha atau mencoba mencari tahu serta cepat puas dengan kondisinya. (tidak kritis,berpikir sempit, tertutup). Penjajah itu mengkondisikan dan Terjajah itu yang dikondisikan.
Yang penting adalah bukan bagaimana menjadi penjajah, tetapi bagaimana agar tidak terjajah.
Yang membedakan antara Terjajah dan tidak dijajah adalah satu hal yaitu, pendidikan. Dengan pendidikan maka seseorang berarti telah melakukan suatu proses pencarian dan pengungkapan kebenaran. Hal itu didorong oleh keinginannya untuk bebas dan kebebasan itu terwujud ketika kita mengetahui segala hal. Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa kebenaran itu harus dicari ?
Kebenaran dicari sebab kebenaran itu disembunyikan. Kebenaran disembunyikan manusia karena secara alamiah pada dasarnya manusia berpikir sempit (berpikir cukup,seadanya). Sebab jika kebenaran itu datang ia akan melibatkan banyak orang. Dengan pikiran yang sempit, bekerja sama dengan banyak orang lebih melelahkan maka mereka (penjajah) cenderung berhubungan dengan sedikit orang. Oleh karenannya mereka lebih memilih menyembunyikan kebenaran yang mereka ketahui dibanding menyebarkannya. Dalam kasus di atas, kebenaran itu adalah ilmu teknologi (gergaji mesin, teknologi peternakan).
Mendidik manusia dalam hal ini adalah melelahkan bagi umumnya manusia. Ini diakibatkan oleh sifat dasar manusia yaitu berpikir sempit. Sebagai contoh sederhana bisa kita lihat bagaimana ibu-ibu muda hari ini cenderung mempercayakan sang anak kepada pembantunya sebab mengurus anak itu sungguh merepotkan dan melelahkan. Jika demikian akhirnya kita berbicara tentang akar permasalahan individu yaitu mentalitas.
Masyarakat yang tidak terdidik dipadu dengan keengganan dan ketidak sungguhan untuk mendidik. Rasanya benar-benar kombinasi yang menarik untuk menjadi target koloni (masyarakat jajahan).
Tidak semua orang bisa mendidik. Tidak semua orang mau mendidik sebab kebanyakan orang lebih suka dijajah. Anda pasti tidak percaya jika saya bilang ternyata kita ini lebih menikmati dijajah atau diperbudak ?!
"kita dibuat tidak sadar bahwa kita sedang dijajah (diperbudak) bahkan kita dibuat takut untuk lepas dari penjajahan (perbudakan) itu karena yang setiap hari diperlihatkan kepada kita adalah ketakutan."
Membuat tidak sadar (mencandu,membius) itulah karakterisitik inti dari penjajahan (perbudakan). Kita sengaja dibuat tidak sadar dalam bergerak, kita dibuat tidak sadar tujuan. Mereka memang mempersiapkan kita untuk itu. Kita dipersiapkan agar tidak siap, agar mereka kelak bisa mempersiapkan kita sesuai kepentingan mereka. Dan kita tidak kuasa lagi menolaknya, persis contoh orang di atas tadi yang bekerja demi sepotong kecil daging. Efek yang dahsyat dan mengenaskan.
Lalu bagaimana cara penjajah mempersiapkan itu semua ? Kelak kita akan melihat bagaimana sistem pendidikan yang kita anut berperan sebagai mesin propaganda mereka.
dan bagaimana cara kita berlepas dari penjajahan itu ?
Hmm, mungkin nanti aja ya saya lanjut, lumayan juga pegelnya nih….
to be continued ==> Mendidik untuk Menjajah
---------------------------------------------------------------------------------
“Berpikir sempit adalah pintu dari penjajahan dan terjajah. Open your mind please !”
link topik pendukung: Mengikuti adalah kesalahan,
S.S


7 Comments:
"Open your mind please !"
kamu tinggal bilang, enak. realisasinya?
hmm..sabar mas imponk :) 'kan masih bersambung. nanti jg ketemu 'titik'-nya kok. Ketika itu anda akan dituntut menilai. Cuma open minded yang tersisa nantinya, ok. Pertahankan bung !
-- "Apa alasan kita untuk mengatakan yg tidak kita perbuat. Itu hanyalah kesia-siaan. dan kami tidak inginkan itu" open your mind please.
temen gue yang orang papua asli bisa marah besar nih kalo tahu penduduk pedalaman pulau nya dia dibilang bakal mendewakan gergaji..hehehehe :P~
Btw, kata siapa pendidikan itu bisa ngelawan penjajahan? :)Tahu kan betapa tingginya budaya orang Indian Inca atau Maya di Amerika Latin dulu? Bahkan banyak yang bilang mereka itu jauh lebih maju dibanding Eropa waktu itu. Kalau saja orang Indian itu gemar bertualang naik kapal, kali yang terjadi malah sebaliknya : benua Eropa akan dikenal sejarah sebagai ditemukan oleh seorang Indian bernama, misalnya, Cuathemoc..hehehe :D Cuma, kok ya hancur jg tuh jadinya sama Pizarro dan Cortez..pdhal tentara Pizarro dan Cortez cuma beberapa ratus. Bandingin sama Indian berbudaya maju yang ada di negerinya sendiri. Dikencingin rame-rame jg bakal tewas semua tuh tentaranya..hehehe :D Terus kenapa bisa terjajah donk Indiannya? Bukan karena kurang terdidik, tapi ya karena budaya mereka dimanfaatkan "kelemahannya" oleh orang2 licik itu :) Budaya yg mana? Baca aja deh sendiri sejarahnya :D
Btw, blog kamu boleh jg nih pemikiran2nya...menarik buat ditelaah :D Keep on writing...
wah, kritis nih asik d'bools.. justru nanti disambungannya, seseorang itu dijajah karena dia berpendidikan, nah lho...? jadi bulak-balik begini :)
tapi nanti dong...
nice comment d'bools !
sulit juga kalo berbicara masalah filosofi penjajahan ya? meskipun kita teridentifikasi sebagai seorang merdeka pun, pada dasarnya kita tetaplah terbelenggu oleh 'penjajahan' yang berbentuk kemerdekaan itu. jadi, pertanyaannya sekarang
1. apakah definisi dan batasan PENJAJAHAN, TERJAJAH, dan PENJAJAH itu?
2. apa juga definisi dan batasan KEMERDEKAAN, orang/pihak yang MERDEKA/DIMERDEKAKAN, dan orang/pihak yang MEMERDEKAKAN/PEMERDEKA itu?
mungkin kalo boleh dibilang (menurut pendapatku), tak ada satu kebebasanpun selain penjajahan itu sendiri, dan sebaliknya, tak ada satu penjajahanpun selain kemerdekaan itu sendiri. ini kesimpulanku untuk sementara. :)
PENJAJAH : adalah kita sendiri, yg menjajah diri kita sendiri.
TERJAJAH : adalah kita sendiri, korban dari kebodohan & keengganan kita sendiri.
PEMERDEKA : adalah kita sendiri, dan keinginan kuat kita untuk berlepas dari itu.
Masalahnya adalah "APA KEINGINAN KITA". Kamu tidak akan tahu siapa dirimu jika kamu tidak mengenal apa keinginan Tuhan mu. Perdamaian & hikmah.
Bukankah Tuhan mengatakan tidaklah kita hari ini merana akibat kebodohan (perbuatan) kita sendiri?! Cool comment Cahyo :)
Get their mindset and get into their thoughts.. every systems always has a loop-hole. It's a courage to win and ways to beat them are plenty.. :)
Keep wakling as answeres are there, we just need to look and find them smarter, this time..
Still learning on how to implement a peacekeping at someone's land, as later on would posses ability and mindset on how to implement one back home...
Warm regards from West Africa! ;)
Post a Comment
<< Home